Jumat, 01 Februari 2013

The Pieces of Oldies Goldies from Solo: Pasar Antik Windudjenar

Diposting oleh adellia dian di 18.00 0 komentar
Kalau di 2 postingan saya sebelumnya saya mengajak teman-teman untuk melihat kekayaan tradisi leluhur dalam rupa batik, kali ini saya akan membawa kalian berkelana ke taun 70'an atau 80'an ... jaman di mana eyang kakung dan eyang putri masih seumuran saya sekarang.... Here we go Pasar Windudjenar... 

Sebelum sampai tempat ini, saya sempat bingung, stasiun TV yang meliput tempat ini menyebutnya Pasar Triwindu, tapi sampai di Solo, orang bilang pasar antik itu namanya Windudjenar. Ternyata, setelah tanya sana-sini Pasar Windudjenar adalah nama baru dari Pasar Triwindu, mulai berganti nama sejak tahun 2008 (yang orang Solo tolong koreksi ya kalau salah).
Sebetulnya paling cocok ke tempat ini pakai busana vintage sambil naik sepeda onthel supaya kesan oldies nya lebih dapet.


Dilihat dari entrance gate nya sepintas mirip Pasar Seni Ancol, Jakarta atau Pasar Seni Gabusan, Yogyakarta. Yang unik ada sepasang patung cewek cowok berbusana adat Jawa yang menjadi icon utamanya, masyarakat Jawa biasa mengenal sepasang patung ini dengan nama patung loro blonyo (kalo nggak salah melambangkan sepasang pengantin gitu).

Di sini barang yang dijual super duper antik, mulai dari barang-barang tua jaman 70-80 seperti gramophone, piringan hitam, mesin ketik tua, nenek moyangnya kamera DSLR, sampai kotak penyimpan cerutu dan koleksi foto-foto tua pun ada disini.




Tuh liat lucu-lucu kan barangnya...

Tempat ini cocok sekali untuk anda pecinta nuansa vintage seperti saya, nggak harus beli, sekedar foto-foto pun sudah sangat memuaskan hati. Tapiiii... kalau mau belanja di sini ada 1 tips nya, harus tega nawar. Yup barang-barang antik di sini dijual dengan harga yang tidak murah, namun anda harus jeli memilih mana barang yang benar-benar antik, mana barang yang dibuat seolah-olah antik. Jujur saya masih bingung membedakannya, kayaknya harus ngajak kolektor barang antik nih kalo mau belanja. Nah barang yang seolah-olah antik, konon bisa anda tawar sampai setengah harga :)

Oya, di Pasar Windudjenar ini kita juga masih bisa menemukan sistem dagang jaman dulu, alias sistem barter (hayooo diinget-inget lagi pelajaran sejarah). Jadi anda bisa menukarkan koleksi barang antik yang anda punya, dengan koleksi barang antik yang ada di sini (tentunya dengan kesepakatan bersama antara anda dan si pemilik toko). Ribet-ribet unik ya sistemnya ^^



Nah, kalo teman-teman kurang suka sama koleksi vintage, di salah satu sudut pasar ini juga menyediakan koleksi oldies goldies ala Indonesia, seperti arca (yang bagus untuk ornamen taman atau rumah) dan juga patung-patung kayu (yang di atas itu saya namakan patung sejuta wajah nusantara, hoho nggak tau istilah aslinya apa) ^^v.... Kalau beruntung, teman-teman bisa menemukan pusaka asli Kraton Kasunanan Surakarta juga disini. Biasanya pusaka-pusaka itu adalah pemberian kerajaan kepada para abdi dalem nya yang kemudian setelah sang abdi dalem nya meninggal, dijual oleh anak cucunya ke pasar ini (harganya sangat-sangat lumayan). Hmmm... tapi sebetulnya sayang juga kalau dijual, mending dikembalikan ke Kraton jadi pusaka bangsa bisa abadi, terjaga dan tersimpan selalu.

Gimana, tertarik dengan tempat ini?
Langsung aja meluncur ke Jalan Diponegoro, daerah Keprabon, persis di depan Pura Mangkunegaran Solo... masuknya gratis, nggak belanja pun tak masalah, yang penting selalu jaga kebersihan yaaa ^^v.....koleksi-koleksi antik nan cantik ini menanti anda mulai pukul 9 pagi s/d pukul 6 sore.
Cuma satu hal yang saya sayangkan dari Pasar Windudjenar ini, udah saya susuri seharian dari ujung ke ujung ternyata saya nggak berhasil menemukan toko yang menjual "calon pacar antik" :D

Okeee... terakhir coba teman-teman artikan tulisan Jawa yang saya temui di pasar ini, selamat berpetualang :)





 

Life is a mixture between blueberry & cotton candy Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos